Pendidikan berkualitas adalah konsep yang menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Para ahli pendidikan terkemuka selalu menekankan pentingnya memiliki pendidikan yang berkualitas dalam membangun masa depan yang lebih baik. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pendidikan berkualitas?
Menurut Prof. Dr. Anies Baswedan, M.P.P., M.A., pendidikan berkualitas adalah pendidikan yang mampu memberikan pembelajaran yang bermutu tinggi kepada peserta didik. Beliau menekankan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tentang pemberian materi pelajaran, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Menurut Prof. Dr. Hadi Sutrisno, pendidikan berkualitas juga harus dapat mengakomodasi kebutuhan individual peserta didik. Hal ini sejalan dengan pandangan John Dewey, seorang filosof pendidikan terkemuka, yang menyatakan bahwa pendidikan harus menjadi proses yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan potensi setiap individu.
Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan berkualitas juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Prof. Dr. Arief Rachman, seorang ahli pendidikan, menyatakan bahwa pendidikan berkualitas harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era digital ini.
Namun, untuk mencapai pendidikan berkualitas, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. Juwono Sudarsono, yang menyatakan bahwa pendidikan berkualitas adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan generasi yang unggul.
Dengan demikian, pendidikan berkualitas bukan hanya tentang pemberian pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kemampuan, dan kesiapan peserta didik dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Dengan adanya kerjasama dan komitmen dari semua pihak, diharapkan pendidikan berkualitas dapat tercapai dan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.